Rabu, 05 Agustus 2015

Rapat pembentukan The Eco Blash (Rapat 1)


Mau di Bawa Kemana The Eco ?                                                                                       #Tim Materi
           
 Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum, w.w.
            Alhamdulillahirabbil’alamin selalu terucap sebagai hamba Allah yang selalu dipenuhi oleh nikmat-nikmatNya yang tak terhitung jumlahnya serta bagian khalifah yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Pertama dan paling utama marilah terus kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita untuk tetap berada di bumi yang mega ini dalam kondisi yang tidak kurang suatu apapun serta masih mampu menggerakkan kekuasanNya untuk menghadirkan matahari sebagai sumber cahaya dalam kehidupan. Semoga kita selalu termasuk hamba yang selalu bersyukur dan tidak kufur terhadap nikmatNya. Shalawat teriring salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW yang sampai detik ini beliau masih tetap memancarkan cahaya tauladan diseluruh pelosok dunia dan semoga kelak kita mendapatkan syafaat diyaumil akhir.
            “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.s. Ali Imran [3]: 104). Itulah arti dari salah satu ayat Al-Qur’an yang mengajak kita semua sebagai Umat Islam pada khususnya untuk berkumpul/berorganisasi demi sesuatu yang positif. Dalil al-Qur’an tersebutlah yang mempertegas bahwa kerja bersama atau gotong royong akan lebih mudah dari pada bekerja sendiri-sendiri. Nah, sekali lagi mengapa munculah suatu perkumpulan yang di namakan The Eco, karena dengan gotong royong lah seseorang di katakana menjadi orang yang beruntung seperti apa yang dikatakan oleh firman allah dalam surat Ali Imron ayat 104.
            Mengapa harus The Eco yang dijadikan suatu jembatan agar dapat mengamalkan surat Ali Imron. Tentunya setiap anggota harus mengetahui awal dan bagaimana sepak terjang The Eco sampai saat ini. Seperti pepatah lama mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”.
            Sejarah The Eco. Kami dari Tim Materi kali ini telah mengambil beberapa referensi mengenai awal muncul suatu perkumpulan ini sampai di beri nama The Eco kemudian di revisi kembali menjadi The Eco Blash, dari beberapa sumber yang kopenten. Dan kami telah merangkumkannya untuk para peserta Rapat semua. Berikut gambaran umum mengenai The Eco Blash
            Berawal dari beberapa siswa aktif SMK Kes. Bhakti Kencana Subang yang mempunyai Visi, Misi, dan pemikiran yang sama untuk membentuk suatu perkumpulan yang akan mempermudah mereka semua untuk melakukan aktifitas yang positif. Bisa dikatakan perkumpulan ini suatu geng2 siswa yang selalu berkumpul bersama untuk menciptakan sesuatu yang berguna bagi mereka sendiri, bahkan untuk lingkup yang lebih luas ‘Bagi Bangsa dan Negara’.
            Para anggota The Eco Blash tidak hanya memiliki Visi dan Misi yang sama, akan tetapi lebih dari itu. Mereka memulainya dari suatu kesamaan dalam kegiatan Ekstra Kulikuler yang hampir sama. Misalnya Osis, Paskibra, Padus, Futsal, dan lain sebagainya. Dari kesamaan kegiatan diluar kegiatan belajar ini, tumbuhlah suatu kebersamaan yang tak terhalang oleh jalur Nasab atau ikatan darah. Tak terhalang oleh perbedaan geografis dan budaya yang mereka bawa secara individual. Merekalah saudara yang tak memandang dari mana dan dari siapa mereka berasal. Sekali lagi merekalah yang memotivasi anggotanya untuk meraih sukses bersama tanpa rasa lelah dan letih.
            Multikulturalisme mewarnai perkumpulan tersebut. Setiap anggota mewakili setiap kebudayaan dan kekhasan dari setiap daerah yang ada di kabupaten subang. Mulai dari ujung utara Kecamatan Pamanukan sampai ujung paling selatan Kabupaten Subang, Kecamatan Kasomalang. Dari setiap daerah memang memiliki kekhasan tersendiri, dan itu dijadikan sebuah pelangi yang mewarnai perkumpulan tersebut. Seperti contohnya anggota yang berasal dari Cikaum memiliki karakteristik dan tata bahasa yang lebih keras dibandingkan anggota perkumpulan yang berasal dari kasomalang ataupun subang.
Sikap Toleransilah yang mendasari perkumpulan tersebut sehingga bisa bertahan sampai sekarang. Insya ALLAH inilah saatnya kita buktikan bahwa perkumpulan The Eco Blash namanya tak akan tergantikan dan akan terus berkembang menjadi suatu perkumpulan yang GO INTERNASIONAL. Walaupun banyak yang menghina, mendera, bahkan mencaci bahwa nama dari perkumpulan ini kurang keren, kurang mecing, terlalu sederhana, dan banyak kurangnya, bahkan sampai ada yang mengatakan perkumpulan ini adalah perkumpulan siswa banci yang namanya alay seperti boyband Korea. Sekali lagi saya mewakili segenap pencetus perkumpulan The Eco Blash mengatakan “Kamilah Orang Tuli Yang Akan Menghiraukan Kata2 Yang Tak Bermanfaat”.
            Memang benar sekali kalau ada yang mengatakan kalau nama perkumpulan ini terlalu sederhana. Sesederhana bagaimana cara menamainya. TehEco lah yang menginspirasi para pencetus perkumpulan The Eco Blash untuk membentuk ikatan yang terlihat namanya dan jelas Eksistensinya, tak hanya melalui ikatan batin saja mereka berkumpul tapi untuk menunjukan kepada dunia dikalau mereka memang ada, dan mereka bisa merubah sesuatu yang ada didekat mereka. Mereka seperti TehEco yang menyegarkan di hari yang panas suasana kampus SMK Kes. Bhakti Kencana. Tak hanya sekedar hobi minum TehEco dikantin sekolah, tapi mereka dapat mengambil makna yang tersirat dari obrolan, candaan serta gurauan yang ditemani segelas TehEco di tangan mereka.
Siapakah para pencetus itu ? merekalah Dicky Sugiono, Agung PA, Jafar Sidiq, Fariz Nizar, Ulva, Wahyan Si Nayhaw, Ardiansyah, Tedi Rustandi dan beberapa teman yang tidak mau di sebut namanya. Merekalah yang konsisten membawa The Eco Blash sampai saat ini.
Dari keseriusan untuk menghasilkan perubahan seperti partai Nasdem (Gerakan Perubahan) mereka mulai mengajak orang-orang disekitarnya untuk berFastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) sehingga menghasilkan buah yang dapat dipetik hasilnya. Semakin banyaklah yang bersedia untuk berFastabiqul Khairot bersama. Sampai besarlah nama The Eco Blash di SMK Kes. BK subang…
***
Tapi akhirnya mereka dipisahkan oleh suatu cita-cita luhur yang tidak bisa digapai pada lubang yang sama dan tempat yang sama pula. Perpisahan Paturay Tineung  menjadi peresmian awal vakumnya perkumpulan The Eco Blash. Walaupun senyum merona karena bisa LULUS dari jenjang SMK dan dapat lanjut ketahap selanjutnya, tetapi mereka tidak bisa melanjutkan kebersamaan mereka di perkumpulan The Eco Blash.
Itu bukan akhir dari segalanya. Pada tgl. 21 agustus 2015 bertempat di Rumah Makan Congcot Kalijati mereka dapat berkumpul untuk berdiskusi dan merumuskan kembali mengenai kelanjutan kisah yang sempat tertunda. Babak Baru mulai dirancang. Kertas putih menjadi siap ditulis dengan tujuan yang baru. Sekarang anggota The Eco menyadari bahwa akan pentingnya ikatan UKHWAH antar sesama. Setahun sudah cukup untuk memisahkan meraka dari kebersamaan.
Dari gagasan beberapa orang muncullah gagasan untuk membangkitkan kembali The Eco Blash. Tedi Rustandi, Agung Purnama Aji, Irna Maulidia SD, Dicky Sugiono, Zulva Hijrian, Fariz Nizar, Syifa, Ardiansyah, Ulva, Novian Arri Suhada mengajak anggota The Eco Blash untuk berkumpul bersama mendiskusikan, menuangkan pemikiran dan gagasan untuk membangun pondasi The Eco Blash yang sempat Porakporanda karena ulah para pelakunya.
Kami selaku tim materi (tedi Rustandi dan Fariz Nizar) akan coba membantu anggota The Eco Blash semua untuk memberikan sebuah pelayanan berupa materi yang di butuhkan agar pada saat membangun pondasi The Eco Blash, peserta rapat semua dapat dengan mudah menanamkan material2 berupa gagasan dan pemikiran kedalam pondasi The Eco Blash.
Komitmen adalah suatu kunci utama dalam kekokohan pondasi, dan niat yang kuat adalah poin utama untuk memulainya. Seperti dalam sebuah hadist :
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه “-  متفق عليه –

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

            Terima Kasih bagi para peserta Konferensi The Eco Blash I, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam menyampaikan materi.
Billahi fi sabillil haq,
Fastabiqul Khairot, berlomba-lombalah dalam kebaikan
Nun Wal Qolami Wama Yasthurun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan
Wassalamualaikum wr.wb

Artikel ini bersumber dari : http://tedirus.wordpress.com

Jumat, 31 Juli 2015

Referensi Kegiatan Dibulan Ramadha


            Bulan suci Ramadhan, inilah kata yang familier kita dengar setiap setahun sekali dalam satu bulan yang dianggap suci oleh umat islam. Itulah Hari Raya dari salah satu agama yang diakui Negara ini menurut Keputusan Presiden (Keppres) No. 6/2000 dan diperkuat oleh (SK) Menteri Agama Republik Indonesia Nomor MA/12/2006 yang menyatakan bahwa pemerintah mengakui keberadaan agama Kong Hu Cu di Indonesia. Agama Islam namanya.
            Jumlah penduduk beragama islam di Indonesia mencapai 87% dari populasi total penduduk Indonesia, setelah itu disusul oleh agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu (Sumber : Badan Pusat Statistik, Sensus Penduduk 2010 ). Hal ini mengindikasikan bahwa bulan ramadhan memiliki suatu posisi yang sangat penting bagi rakyat indonesia terutama bagi mayoritas umat islam di Negara burung Garuda ini.
            Tidak hanya bulan ramadhan saja yang menjadi suatu momentum yang penting bagi umat islam, tetapi rangkaian acara setelah bulan ramadhan pun menjadi suatu yang dianggap penting bagi umat Islam. Diantara dua bulan itu yaitu bulan Ramadhan yang kemudian dilanjutkan bulan Syawal menjadi suatu rangkaian yang tak terpisahkan.
            Nah dari kedua bulan tersebut saya akan merangkum apa saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan peda bulan tersebut sehingga memiliki peranan yang sangat penting bagi para pelaksananya. Diawali dengan bulan Ramadhan kemudian dilanjutkan bulan Syawal secara bertahap dan berkesinambungan.
            Diawali dengan bulan Ramadhan, bulan Ramadhan menurut Wikipedia bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri.
            Akan tetapi bukan hanya itu saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada bulan ramadhan, salah satunya yaitu seperti apa yang dilakukan oleh beberapa teman saya. Saya akan merangkumnya menjadi beberapa poin yang mungkin bisa dijadikan suatu referensi kegiatan positif yang dilakukan oleh kita dan orang-orang terdekat kita.
Beberapa Referensi kegiatan pada bulan Ramadhan yang bisa dilakukan oleh anda :
  1. Mengajar TPA
Featured image      Mengajar TPA bisa dijadikan suatu kegiatan rutin selama bulan Ramadhan yang pastinya memiliki banyak manfaat bagi kita dan orang lain. Karena untuk memberi suatu Sedekah tidak harus memakai uang saja, akan tetapi kita bisa bersedekah menggunakan ilmu ya 
ng kita miliki walaupun hanya menyampaikan satu ayat saja. Itu sangat berarti untuk mereka yang membutuhkan.
      Manfaat bagi kita yang rela untuk mengajar santriwan/wati TPA yang pertama adalah Pahala yang diterima langsung dari Allah Swt., kemudian pengalaman yang tidak bisa didapatkan di tempat lain, dan beberapa manfaat lainnya yang akan kita rasakan apabila kita sudah mencobanya.
      Ada beberapa persiapan yang mesti kita lakukan sebelum kita terjun kelapangan, persiapan yang pertama adalah memantapkan niat yang kuat untuk bersungguh-sungguh mengajar, agar nantinya kita siap dengan segala kemungkinan yang terjadi dan tidak menyesal dikemudian hari sehingga menyebabkan berhenti di tengah jalan. Banyak beberapa TPA yang memiliki permasalahan salah satunya yaitu tenaga pengajar yang berhenti di tengah jalan. Ini bisa berdampak pada santriwan/wati yang kita ajar. Niat adalah sesuatu yang tidak mudah maka niatkanlah karena Allah ta’ala
      Apabila kita sudah memiliki niat yang kuat untuk mengajar TPA dan ingin sesegera mungkin menyalurkan keinginan itu. Maka tahap selanjutnya yaitu membuat suatu kelompok pengajar yang bersedia untuk mengajar santriwan/santriwati TPA. Biasanya mengajar dengan suatu TIM lebih mudah dari pada secara individual. Ketersediaan SDM pengajar ini biasanya akan berhubungan pada kegiatan apa yang akan kita beri nantinya. Bila kita kesulitan membuat suatu TIM maka saran saya anda bisa mencari suatu Tim pengajar yang sudah ada dan anda bisa bergabung dengan TIM itu. Dan apabila masih sulit untuk mencari atau membuat TIM pengajar maka bisa juga anda bekerja secara perorangan. Bekerja perorangan ini bukan berarti anda mengajar TPA secara perorangan, tapi biasanya disuatu TPA sudah ada ustad/ustadjah tetap yang mengajar, jadi anda bisa langsung saja menyesuaikan dengan ustad/ustadjah yang sudah ada. Cara yang ketiga ini bisa berjalan dengan syarat tempat yang dijadikan kegiatan mengajar ini sudah memiliki pengajar yang tersedia. Biasanya ada beberapa TPA yang diadakan pada bulan Ramadhan saja sehingga belum memiliki tenaga pengajar. Ini bukan suatu kendala apabila anda mengajar secara individual, tapi ini bisa berdampak pada efektivitas anda mengajar dengan jumlah santriwan/wati yang jumlahnya banyak.
       Langkah ketiga mencari tempat kita mengajar. Biasanya banyak Masjid-Masjid yang mengadakan TPA dadakan pada bulan Ramadhan. Langkah ketiga ini penting dilakukan jauh-jauh haru sebelum bulan Ramadhan. Itu dilakukan karena pihak pengurus dari Masjid atau TPA sudah membuat program kerja dan jadwalnya. Usahakan sebulan sebelum bulan Ramadhan berlangsung kita sudah mulai mencari tempatnya. Bila perlu kita sudah memasukkan surat permohonan untuk mengajar dan telah disebar kesetiap TPA.
      Setiap langkah-langkah telah kita lewati, sekarang tinggal eksekusi kelapangan. Dalam kegiatan mengajar pastinya kita memerlukan Program Kerja (Proker) apa saja yang mesti di berikan. Bagi anda yang mendapatkan tempat mengajar yang sudah memiliki proker tersendiri, maka mudah sekali kita tinggal menyesuaikan diri dan terus belajar pada orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Bagi tempat mengajar yang belum mempunyai proker dikarenakan TPA tersebut diadakan pada bulan Ramadhan saja, maka anda harus menyusun proker TPA selama sebulan penuh. Apabila kesulitan dalam membuat program kerja TPA maka langkah mudahnya yaitu menanyakan pada orang yang sudah berpengalaman mengajar TPA.
      Beberapa kegiatan TPA yang sering dilakukan salah satunya yaitu materi Hafalan, Membaca, Menulis, Menggambar, Belajar Sholat, Belajar Adzan, Menghafal do’a sehari-hari, Belajar Menjadi seorang Da’I, dan lain sebagainya.
      Poin penting yang menjadi perhatian bagi para pengajar TPA yaitu di akhir Ramadhan biasanya banyak diadakan perlombaan-perlombaan yang diperuntukkan bagi santriwan/wati TPA. Maka para pengajar juga bisa menyesuaikan materi ajar dengan materi lomba yang diperlombakan pada akhir bulan Ramadhan.
       Kita telah tahu bagaimana cara untuk mulai mengajar TPA dan langkah-langkahnya. Bagi kita yang berminat, jangan mudah putus asa. Terus lakukan dan laksanakan.
      Kegiatan TPA sudah di bahas maka langsung saja ke kegiatan positif lainnya di bulan Ramadhan.
  1. Sahur dan Buka Bersama
      Kegiatan sahur penting dilakukan untuk menjaga stamina kita agar tidak lemas dan loyo pada saat menjalankan ibadah puasa. Berbuka puasa pun penting sebagai tanda mengakhiri ibadah puasa kita dalam seharian penuh.
      Namun kita terkadang merasa bosan dengan rutinitas kegiatan puasa yang begitu-begitu saja. Kegiatan sahur hanya dirumah dan berbuka puasa pun dirumah. Maka saya akan member sedikit tips untuk anda yang merasa bosan. Tips nya yaitu cobalah berbuka puasa dan sahur diluar rumah.
       Kegiatan sahur dengan berbagi kesesama bisa anda lakukan contohnya sahur On the Road. Kegiatan sahur diluar dengan orang yang membutuhkan akan terasa nikmat rasanya apabila dilakukan dengan Cuma-Cuma dan sukarela. Akan tetapi diperlukannya biaya yang besar dan menyita waktu yang banyak.
       Berbuka puasa bisa juga anda lakukan diluar rumah yaitu dengan cara pergi kemasjid yang menyediakan menu berbuka puasa seperti Takjil, Makan besar, dan menu cuci mulut. Nilai tambahnya buat kita yang berbuka puasa di Masjid yaitu kita bisa langsung melaksanakan ibadah sholat magrib di tempat, dan tadarus serta sholat isya dan tarawih.
  1. Ngabuburit
      Jalan-jalan ke pasar Ramadhan bersama keluarga buat persiapkan menu berbuka puasa. Melihat-lihat makanan khas Ramadhan, kita juga bisa membeli makanan tempoe doeloe. Seperti salah satu pasar Ramadhan yang berada di daerah Nitikan, Umbulharjo, Jogjakarta.
  1. I’tikaf
      Sebelum kita membahas lebih dalam tentang I’tikaf, alangkah lebih baiknya kita mengetahui apa itu I’tikah menurut fatwa tarjih Muhammadiyah :
      I’tikaf menurut bahasa artinya berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Sedang pengertian i’tikaf menurut istilah dikalangan para ulama terdapat perbedaan. Al-Hanafiyah (ulama Hanafi) berpendapat i’tikaf adalah berdiam diri di masjid yang biasa dipakai untuk melakukan shalat berjama’ah, dan menurut asy-Syafi’iyyah (ulama Syafi’i) i’tikaf artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah. Majelis Tarjih dan Tajdid dalam buku Tuntunan Ramadhan menjelaskan I’tikaf adalah aktifitas berdiam diri di masjid dalam satu tempo tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah.
      Apabila dilihat dari pengertian nya, I’tikaf memiliki posisi yang positif bagi kita untuk mengintrofeksi diri pada bulan Ramadhan. Tentunya untuk mengintrofeksi diri tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, akan tetapi dilakukan disetiap saat. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh pengampunan, sehingga I’tikah sebagai sarana introfeksi diri sangat tepat sekali. Dibulan pengampunan atau bulan bulan Ramadhan ini pula tepat diturunkannya Al-Qur’an nur karim yang apabila kita beribadah dengan sungguh-sungguh maka kita akan mendapatkan lailatul qadar.
  1. Mempelajari Hilal
      Walaupun kita tidak ahli dalam melihat atau ilmu tentang hilal sebagai tanda masuknya bulan Syawal dan sebagai tanda masuknya hari yang fitri, hari kemenangan. Maka sebagai umat islam kita perlu tahu bagaimana informasi tentang masuknya bulan Syawal melalui melihat Hilal, baik itu secara Rukhyat ataupun Hisab.
      Perlu kita ketahui juga bahwa umat Islam di Indonesia sering kali tidak bisa melaksanakan Sholat Iedul Fitri secara serentak dikarenakan perbedaan pendapat antara pemerintah dan beberapa ormas Islam dan golongan. Tetapi bukan lagi menjadi perbedaan yang menjadikan permasalahan dalam tubuh umat Islam, ini telah di jadikan sesuatu yang lumrah dan biasa saja bagi orang-orang yang telah mengetahui penyebabnya.
       Kita sebagai orang awam dan tidak tahu terkadang banyak melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Dan sering pula menyesatkan golongan lain yang berbeda dengan apa yang kita lakukan, tanpa ada dasar ilmu yang tepat. Nah dengan kita mempelajari bagaimana mekanismenya, maka kita semakin cerdas dalam menyikapi perbedaan yang terjadi.
      Bagi anda yang berminat bisa langsung saja ketempat-tempat yang menyediakan observatorium melihat Hilal untuk umum. Tapi sebelumnya anda harus belajar dulu tentang materi Hilal agar tidak kebingungan saat terjun kelapangan.
***
      Bulan Ramadhan telah berlalu, sekarang masuk bulan Syawal. Tepatnya tanggal 1 syawal. Tidak lengkap rasanya kalau kita tidak bermaaf-maafan pada bulan Syawal.
      Memang bulan Syawal dijadikan sebagai ajang bermaaf-maaf bagi Umat Islam. Seperti yang dilakukan oleh salah satu Komunitas The Eco asal Subang. Dari setahun lamanya tidak bertemu sesama anggota Komunitas, akhirnya pada bulan Syawal lah mereka bisa kumpul bersama dan saling memaafkan satu sama lain. Dari bulan Syawal lah ajang ketemuan antar teman lama dapat terwujudkan dan terrealisasikan.
20230_992355927464945_4647614668845049494_n      Saya sempat bertemu dengan ketua Komunitas The Eco beberapa waktu lalu dan menanyakan bagaimana pendapatnya mengenai acara syawallan. Menurut Kang Ardi sapaan akrab dari Ketua Komunitas The Eco, Mengutarakan bahwa “ Di acara inilah anggota komunitas bisa mengetahui bagaimana keadaan sesama anggota. Tidak hanya sekedar bermaaf-maafan saja akan tetapi saling membantu apabila ada anggota Kumunitas yang membutuhkan bantuan ” begitu menurut kang Ardi.
      Bagi anda yang berminat menjadikan acara Swawalan sebagai list kegiatan setelah Ramadhan bersama teman-teman, keluarga atau orang-orang terdekat. Ini bisa di jadikan agenda yang positif di bulan Syawal anda.
***
Rangkuman :
Kegiatan positif di bulan Ramadhan dan Syawal :
  • Bulan Ramadhan
  1. Mengajar TPA
  2. Buka puasa dan Sahur diluar Rumah
  3. Ngabuburit di pasar Ramadhan
  4. I’tikaf
  5. Mempelajari Hilal
  • Syawal
  1. Membuat Acara Syawallan
Terimakasih, semoga bermanfaat bagi anda semua.
Daftar Pustaka
http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/agama/item69
https://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan
http://www.fatwatarjih.com/2011/08/tuntunan-itikaf.html

Selasa, 22 April 2014

pertemanan

      Manusia memang diciptakan oleh yang mahakuasa untuk saling membutuhkan atau mahluk sosial seperti yang kita pelajari selama ini dibuku - buku pelajaran formal. Menurut Aristoteles (384-322 sebelum masehi), seorang ahli fikir yunani menyatakan dalam ajaranya, bahwa manusia adalah ZOON POLITICON, artinya pada dasarnya manusia adalah makhluk yang ingin selalu bergaul dengan berkumpul dengan manusia, jadi makhluk yang bermasyarakat. Sehingga pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri. Contoh mahluk sosial :
   

      Momen yang sangat berkesan yaitu photo bersama disaat terahir perpisahan. hehe.. kayak mau mati aja. sebernernya photo diatas teman - teman saya disekolah, bisa disebut juga kelompok sosial.
teman yang selalu menemani kita di saat suka dan duka kaya lagu the changcuters.   
Ayo kita nyanyi dulu bersama - sama :

the changcuters - senandung pertemanan


Dudung dan Maman asal citaman
Mengadu nasib di perantauan
Kerja keras mencari makan
Walau upah tidak sepadan

Oh… mereka selalu bersama
Dalam suka ataupun duka
Tak pernah putus asa
Dudung dan Maman telah berjanji
Berjuang untuk meraih mimpi
Bila sukses nanti akan kembali
Untuk meminang kekasih hati
Oh… mereka telah bersumpah
Walau raga sudah lelah
Tak kan pernah menyerah
Reff:
Persahabatan Dudung Maman
Tak pernah lekang oleh zaman
Persahabatan Dudung Maman
Bersama takhlukan dunia
Oh… mereka selalu bersama
Dalam suka ataupun duka
Tak pernah putus asa
Oh… mereka telah bersumpah
Walau raga sudah lelah
Tak kan pernah menyerah


      Tidak terasa, sudah 3 tahun saya berada disekolah untuk menimba ilmu. sesuai keinginan saya dan orang tua. Ada yang bilang kalau waktu itu terasa cepat, tapi ada yang bilang juga kalau waktu itu terasa lambat. Menurut saya kedua pendapat itu semuanya bener. Waktu itu terasa lambat kalo kita mau menghadapi UN temen - temen, dan waktu itu terasa cepet kalo udah menghadapi UN. UN itu kurang lebih kayak punya bisul. Sebelum bisul itu pecah kita masih belum lega. UN itu kayak orang mau BAB. kalo belum pergi ke wc, urusannya belum tuntas. Jadi, kesimpulannya UN itu bisul apa BAB ? . jawabannya ya udah pasti bukan kedua - duanya.
      UN adalah sebuah peristiwa dimana masa depan kita dipertaruhkan. Di situlah kemampuan kita di ukur. Hasil pembelajaran kita ditentukan oleh ujian nasional. Sehingga kita harus dengan sungguh - sungguh menghadapi UN. Dan sebisa mungkin kita lulus. Dengan menghalalkan segala cara untuk meraih kelulusan. Contohnya sih seperti biasa nyontek yang sudah menjadi tradisi siswa - siswi negara ini. Padahal nyontek perbuatan yang tidak baik. Yang dapat merusak masa depan penerus bangsa. Yang pasti saya dan rekan -rekan saya tidak menyontek loh . .
      Akhirnya selama 3 tahun belajar di sekolah kita harus berpisah. Walaupun pengumuman kelulusan belum keluar, tapi kita harus tetap optimis terhadap apa yang telah kita lakukan. Semoga apa yang kita mimpi -mimpikan dapat tercapai sesuai keinginan dan harapan kita. Segala do'a yang kita panjatkan siang dan malam dapat di kabulkan oleh allah swt. 
      Selamat jalan teman semoga di alam sana kalian dapat berbahagia, tidak seperti alam sekarang kalian menderita. Seperti kata pepatah berakit - rakit dahulu, bersenang - senang kemudian. Walaupun di masa SMA kita mendapat banyak kesusahan semoga di masa yang akan datang kita dapat mendapat lebih banyak kesusahan. hehe .. . 
      "HABIS GELAP TERBITLAH TERANG" kata R.A Kartini. Pasti di suatu saat nanti kalian pasti bahagia dan sukses sesuai apa yang kalian inginkan.




"BERJUANGLAH TEMAN SAMPAI DARAH PENGHABISAN"